Madu Randu

Madu Randu Arbain

Madu Randu Arbain merupakan Madu yang dihasilkan oleh lebah Apis Mellifera yang mengambil nektar dari bunga Randu / Kapuk.

Tanaman Randu atau kapuk atau bahasa latinnya ceiba pentandra merupakan tanaman yang biasa tumbuh di jawa dan beberapa tempat disulawesi (bila di indonesia) dan bisa tumbuh hingga 60 – 70 meter, dan pohonnya bisa berdiameter hingga 3 meter.

madu randu

madu randu

Ciri-ciri pohon kapuk randu: Batang seperti tiang lurus berduri. Daun sedikit berwarna hijau. Bunga berwarna buram, berbau harum dan indah. Biji mengandung minyak dan bulu biji seperti sutera yang dinamai dengan kapuk. Biji berwarna hijau ketika masih muda dan kulit berwarna coklat setelah randu tua

Tanaman Randu di beberapa tempat di Indonesia dibudidayakan di Pulau Jawa dilereng Gunung Muria (Pati) disekitar Weleri, antara Semarang–Pekalongan, didaerah Pandaan antara Gunung Arjuno dan Penanggungan dan antara Pare dan Ngantang yaitu jalan dari Kediri menuju ke Malang. Di Sulawesi kapuk didapati di bagian selatan Danau Tempe dekat Sengkang, dibagian selatan dan timur Gunung Lompobattang sekitar Jeneponto dan Bantaeng, kemudian disekitar Tanette dan pulau Muna.

Kapuk randu atau kapuk (Ceiba pentandra) adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae (sebelumnya dikelompokkan ke dalam famili terpisah Bombacaceae), berasal dari bagian utara dari Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia, dan (untuk varitas C. pentandra var. guineensis) berasal dari sebelah barat Afrika. Kata “kapuk” atau “kapok” juga digunakan untuk menyebut serat yang dihasilkan dari bijinya. Pohon ini juga dikenal sebagai kapas Jawa atau kapok Jawa, atau pohon kapas-sutra (Wikipedia.com)

Bunga Randu ini biasanya akan mekar pada malam hari dan berbunga pada malam hari. Tanaman ini biasa berbunga pada bulan Juli dan Madu biasanya akan penuh di sarang dan matang sekitar 10 sampai 15 harian. Dan pemanenan dilakukan pada pagi hari karena kecenderungan saat itu madu akan lebih kental karena proses pengipasan oleh sayap lebah.

Dengan adanya perkebunan randu ini, yang perlu kita syukuri adalah menjadi tanaman yang disukai oleh lebah untuk menghasilkan Madu yang cukup enak dan berkualitas. Bahkan Madu Randu adalah madu yang banyak disukai oleh pelanggan karena rasa memang sesuai dengan lidah kita. Cuman yang disayangkan adalah tanaman Randu dahulu kala termasuk komoditas eksport negeri ini, sekarang berubah sangat menurun karena banyak pohon yang ditebangi untuk bahan bangunan. Hal ini mempengarui kuantitas hasil madu yang sangat menurun.

Kami sampai saat ini tetap eksis untuk mempertahankan mengemas Madu Randu yang memang masih banyak penggemarnya. Rasa dan aroma yang menyenangkan menyebabkan madu ini selalu dihati. Kami mengemas dalam 3 ukuran dalam kemasan botol kaca.